Wednesday, February 10, 2010

Bapak

Hi guys, kemarin aku sudah menulis tentang ibu ku, tidak adil rasanya aku tidak menulis tentang ayah…
Bapak…begitu panggilan kami padanya…
Bapak adalah seorang “Ayah” yang terbaik didunia. Bapak selalu mengerti kami, kami lima orang bersaudara semua wanita, dan aku adalah anak ke tiga. Bapak bagi kami seperti sahabat, kakak, ayah, dan segalanya bagi kami..
We all miss u dad…

Ayahku hanyalah seorang guru di sebuah SMA Negeri di Bali Utara sana , yang pada saat akhir hidupnya oleh PDK ( sekarang DepDikBud) ditunjuk untuk menjadi pengawas untuk sekolah-sekolah menengah di seluruh Indonesia.
Menurut ku beliau seorang jenius, pintar, menguasai berbagai macam Ilmu, beliau jago Fisika, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Belanda, teknik elektro dan banyak ilmu lagi… ( hehe mungkin aku terlalu berlebihan ya..) …Aku begitu bangga menjadi anaknya.. yang paling aku kagumi dan syukuri adalah kejujuran beliau…setidaknya itu yang aku tahu. Sampai akhir hayatnya aku tidak pernah mendengar beliau terlibat korupsi dan lain sebagainya, kami selalu diajarkan untuk hidup jujur dan sederhana. Bapak dulu pernah dikirim ke Malaysia untuk menjadi guru di Kuala Lumpur, kami sempat tinggal disana selama kurang lebih tiga setengah tahun, dulu ( sekitar th 1969 s/d 1973) Malaysia sempat kekurangan tenaga guru, sehingga Indonesia banyak mengirim tenaga guru kesana.
Dulu Bapak kuliah di Bandung, Sekolah Teknik UI ( sekarang ITB), jurusan Fisika. Namun tidak sampai selesai< Bapak harus meninggalkan kuliah dan mencari Ijazah B1 untuk pengajar karena menyusul ibuku ke Bali. Sebelumnya Ibu adalah tenaga bidan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Begitulah sekelumit cerita tentang orang tuaku. Ada sebuat tulisan dikirim oleh seorang temanku. Sangat menyentuh.
Dibawah ini aku lampirkan :

"YANG TIDAK BISA DIUCAPKAN AYAH"

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja
diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kotaatau luar negeri,
yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap
hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk
menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu
bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja
dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan
apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di
sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"
,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh
sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama
menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi
tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anakyang
manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa
bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalahMama.. ..
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak
dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS
menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke
rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di
ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan
untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang
dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan
mengeras danPapa
memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera
datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter
atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata
hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai
dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk
berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan
menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi
dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang
pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan
teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia
tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa
belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin padaPapa
untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelakiyang
di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang
panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah
selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang
sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam
segala hal..

Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika
aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang
kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk
teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa
/ Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi
dibalik hatinya.*

Tuesday, February 9, 2010

IBU

Hi guys...udah lama sekali aku nggak nulis diblogku..
aku tidak punya inspirasi n kadang malu juga..tapi anyway it's time to write, mau ngapain lagi...
Saat ini aku kangen sekali pada ibu... aku ingin menulis tentang beliau...

Kadang aku ingin merenung…tentang perjalanan hidup yang aku lalui
Susah..senang..datang silih berganti…kadang aku syukuri .. kadang aku kutuki…(yang memang seharusnya aku syukuri) …tapi apabila cobaan berat datang..seperti saat ibuku tiba-tiba meninggalkan ku….saat-saat mendekati hari-hari pernikahanku …….meme’ ( begitu panggilanku untuk ibu tercinta dan tersayang) pergi meninggalkanku..padahal aku belum sempat membahagiakan beliau, waktu itu..aku baru beberapa bulan kerja di BRI, aku baru mulai menerima gajiku….Aku tidak terima ibu ku secepat itu pergi, padahal baru 2 tahun yang lalu Bapak meninggalkan kami. Saat itulah aku mengutuki hidupku ..yang belakangan akhirnya aku sadari semua ada hikmahnya..
Tapi aku bersyukur , aku sudah sempat membelikan beliau make up kesayangan beliau ( yang biasanya selalu dibelikan oleh almarhum bapak) serta sepasang sandal cantik untuk nya, dengan gaji pertamaku tentunya …dan..saat kepergiannya masih tersimpan rapi dilemarinya.
Aku tahu beliau begitu bangga saat aku diwisuda, walaupun bapak tidak sempat menyaksikan aku diwisuda. Aku bisa melihat senyumnya, yang begitu bahagia. Terimakasih Tuhan aku sempat membahagiakan ibuku…
Ibu……
Beliau orang yang begitu tegar, begitu menyayangi kami semua, rela berkorban apa saja untuk anak-anaknya…
Beliau seorang pekerja keras, beliaulah yang mendorong kami untuk bersekolah setinggi-tingginya, walaupun ekonomi keluarga kami empot-empotan. Ayahku hanyalah seorang pegawai negeri dengan gaji kecil sedangkan Ibuku seorang bidan. Kami membuka klinik sendiri dirumah kami yang sederhana. Ibu lebih banyak melayani masyarakat desa yang berada dekat lingkungan kami, yang terkadang hanya bisa membayar seadanya. Kadang mereka bayar pakai buah-buahan, tapi ibu selalu menerimanya dengan ikhlas. Kadang ibu menerima panggilan dari nelayan-nelayan pinggiran yang sakit, ibu dengan senang hati datang kegubuk reyot mereka dipinggiran pantai kecil kota Singaraja di Bali Utara sana.. Tidak heran saat ibu wafat, entah darimana datangnya pelayat yang datang silih berganti, dengan muka yang penuh duka, mereka semua berkata lirih..” dimana lagi kami mencari ibu bidan yang sebaik beliau”. Dalam hati aku sangat bangga menjadi anak ibuku, aku dilahirkan oleh seorang ibu yang begitu baik, yang banyak dicintai oleh orang-orang yang pernah mengenalnya…
Ibu…., berkat ajaranmu aku kini ingin menjadi sepertimu, menyanyangi anak-anakku sepenuh hati, menolong orang yang memerlukan pertolongan kita, mencintai suami dan keluarga. Dan selalu mendoakan keluarga ini menjadi yang terbaik. Walaupun aku tidak sesempurna beliau, tapi aku akan coba.
Terimakasih ibu, semoga engkau bahagia si sisi Nya.

Saturday, December 26, 2009

Photobucket

Let’s do more for Indonesia

Negara Indonesia kita tercinta ini adalah Negara yang sangat kaya. Selain sumber daya alamnya, Indonesia kaya pula dengan sumber daya manusianya. Bayangkan saja disalah satu pulau terbesar di Indonesia (Kalimantan) terdapat suatu Negara yang sangat kaya, bahkan Negara terkaya di dunia yaitu Brunei. Padahal luas Brunei mungkin hanya sepersepuluh pulau Kalimantan. Tapi kenapa mereka bisa? Dimanakah letak kesalahan kita ?

Seharusnya dari analisa letak dan daerah, kita pun bisa menjadi negara yang sangat kaya, belum lagi dengan lautannya yang sangat luas. Namun kini justru Indonesia menjadi salah satu negara termiskin didunia. Pendapatan perkapitanya pun sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Bahkan dari sanalah orang-orang Indonesia menjadi orang-orang yang sangat kreatif mengelola penghasilan yang sangat kecil agar bisa bertahan hidup.

Kalau kita mau berpolemik, mungkin kita akan menyalahkan para pejabat yang sedang berkuasa. Para anggota dewan yang terhormat yang hanya sibuk membuat Undang-Undang atau menuduh Presiden yang tidak becus memimpin negara. Boleh-boleh saja kita berpendapat demikian, tapi apa hasil dari semua polemik itu? Masalah akan semakin runyam, negara kita semakin kacau. Dari saling tuduh melakukan korupsi antar pejabat, sampai melakukan pembunuhan. Para kuli tinta ikut sibuk mengompori masalah, dengan harapan ratingnya semakin naik. Tinggallah kita yang ikut menonton drama kehidupan negara kita yang entah sampai kapan happy endingnya.

Daripada kita ikut sibuk mengurusi negara yang bukan didalam ”circle of influence” kita. Yang saya maksud; kadang-kadang kita ikut-ikutan cuap-cuap sampai berbusa-busa tapi toch itu tidak mempengaruhi mereka, bahasa keren nya : “ nggak ngaruh tuch”. Lebih baik kita melakukan sesuatu yang bermanfaat. Walaupun itu kecil, dari kecil lama-lama menjadi bukit, seperti kata peribahasa kita dahulu.

Mulailah dari diri kita dulu, lakukan hal-hal yang bermanfaat misalnya :

• Let’s go green Indonesia ! Bumi ini semakin panas, bahkan ditempat saya tinggal (Denpasar, Bali) rata-rata suhu udara sekarang diatas 30° Celcius. Bayangkan kalau kita biarkan makin lama dunia akan semakin panas. Baiklah kita mulai dari yang kecil dulu, mulailah menanam pohon sebanyak-banyak di halaman rumah kita, tidak harus yang mahal-mahal. Kemudian tanam sebanyak-banyaknya pohon peneduh di sepanjang jalan depan rumah kita, atau digang-gang rumah kita. Ajaklah semua tetangga untuk melakukan itu. Saya yakin kalau semua melakukan itu, udara akan tambah bersih, dan Indonesia akan semakin hijau. Maka sedikit demi sedikit suhu udara akan turun kembali.
• Bersihkan Indonesia dari sampah-sampah yang berserakan. Jangan membuang sampah sembarangan ! Di mulai dari rumah tangga, Ibu-ibu rumah tangga bisa mulai memisahkan sampah organik dan anorganik. Pisahkan sisa-sisa remah sayuran dan buah-buahan dengan sampah-sampah plastik, kaleng dan kertas. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos yang bisa menyuburkan tanaman-tanamam yang kita tanam dihalaman rumah. Sedangkan sampah anorganik bisa dikumpulkan dan berikan pada para pemulung yang bisa mereka kumpulkan untuk dimanfaatkan kembali. Sisa sampah yang lain bisa dibuang ke tempat pembuangan sampah yang telah disiapkan oleh Dinas Kebersihan. Biasanya dari Dinas Kebersihan Kota akan datang ke kompleks rumah tinggal untuk mengambil sampah penduduk. Atau ibu-ibu yang jauh dari jangkauan Dinas Kebersihan Kota bisa membakar sampah sisanya. Kadang-kadang banyak ibu-ibu yang mau cari praktis dengan cara membuang sampah ditanah-tanah kosong atau melemparnya ke dalam sungai. Ini sama saja seperti menyembunyikan bangkai di bawah tempat tidur, akhirnya akan tercium juga baunya. Hal tersebut akan merusak lingkungan, menyebabkan banjir, lingkungan akan kotor dengan sampah yang berserakan ditanah-tanah kosong yang belum dimanfaatkan oleh pemiliknya.
• Hemat Energy ! Sumber energy dibumi ini sudah semakin menipis. Lama-lama akan habis. Para ilmuwan sekarang sedang berpikir keras untuk mencari sumber energy lain selain dari batubara dan minyak bumi (fosil), mereka sedang mencoba mencari sumber lain yaitu energy nuklir, inipun masih banyak pro kontranya. Mulai dari kita, matikan lah lampu-lampu yang tidak perlu, kalau udara tidak terlalu panas jangan menghidupkan AC, gunakan penerangan yang secukupnya. Saat ini Indonesia sudah merasakan giliran mati lampu, jadi Let’s save the energy!
• Hemat menggunakan air. Ya, akibat musim panas yang berkepanjangan serta hutan-hutan yang terus digunduli, sumber air semakin mengecil. Air-air danau debitnya semakin menurun.
• Terakhir, mulai sekarang berlaku jujur, jangan melakukan pelanggaran maupun penyelewengan sekecil apapun, karena itu adalah bibit-bibit dari sikap korupsi. Agar ini menjadi teladan bagi anak cucu kita kelak yang akan meneruskan generasi kita.

Mungkin hal ini akan bisa sedikit membantu untuk menyelamatkan dunia, khususnya negara kita Indonesia. Itulah yang bisa kita lakukan yang masih dalam ”circle of influence” kita. Namun kita tidak bisa berbuat apa-apa bila para ilmuwan mengatakan panas ini terjadi karena dari suhu matahari yang semakin memanas seperti yang kita saksikan di film ”Knowing” dan ”2012”. Kalau itu sih kita hanya bisa berdoa pada Tuhan dan memasrahkan segalanya kepada Nya.



Desember 2009
Tejatini (Seorang ibu rumah tangga).

Monday, December 21, 2009

Rahasia Kehidupan Sang Elang .


Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya bisa mencapai 70 tahun.
Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang.

Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan --- suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru.

Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu.

Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh.
Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi !

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan.

Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan.
Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk
mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda.

Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita.

Anda adalah elang-elang itu.

Perubahan pasti terjadi.
Maka itu, kita harus berubah kearah yg lebih baik !


( Dikutip dari email sahabatku..Nuning)
milkysmile

Thursday, August 13, 2009

My dear Lord,

Aku ingin Engkau selalu ada disetiap langkah ku..

Aku ingin Engkau merengkuhku dalam-dalam..

Aku ingin memegang mu erat-erat..

Agar engkau tidak pergi lagi…

My Lovely GOD,

Aku sangat mencintai Mu..

Aku sangat mengagumi Mu..

Dalam setiap langkah Mu..

Dalam setiap senyum Mu..

Dalam setiap kata-kata Mu..

Engkau selalu memberi kesejukan..

Kasih Mu begitu indah

Mengisi setiap sudut relung hatiku..

Membuat kepak sayap hatiku ..mengembang..

Dan…aku terbang melayang…mengudara..

Dan…

Aku mabuk kepayang

Karena cinta Mu….

8 Oktober 2007

Tejatini D Dipta.